Pasangan Perempuan dari Salaryman
Kalau サラリーマン (salaryman) adalah istilah ikonik Jepang untuk pekerja kantor laki-laki, OL adalah pasangan perempuannya. Singkatan dari “office lady” (オフィスレディー), wasei-eigo ini sudah jadi bagian kosakata tempat kerja Jepang selama lebih dari 60 tahun.
Istilah ini biasanya menggambarkan perempuan dalam peran klerikal atau administrasi — mengangkat telepon, menyajikan teh untuk tamu, mengurus dokumen, dan mendukung kantor. Meski gambaran ini sudah banyak berevolusi, kata OL masih membawa gema ekspektasi tradisional tersebut.
Nama yang Lahir dari Jajak Pendapat Majalah
OL punya cerita asal-usul yang menarik. Sebelum OL, istilah umum adalah “BG” — singkatan dari “business girl.” Namun, pada 1963, majalah wanita 女性自身 (Josei Jishin) menunjukkan bahwa “BG” punya makna ganda yang kurang tepat dalam slang bahasa Inggris (bisa berarti “bar girl”). Majalah itu mengadakan jajak pendapat pembaca untuk mencari pengganti, dan “OL” — office lady — menang telak. Istilah ini menyebar cepat dan menjadi standar sejak saat itu.
Fakta Menarik
Konsep OL secara perlahan memudar di Jepang modern. Generasi muda menganggap istilah ini ketinggalan zaman dan bahkan seksis, karena mendefinisikan perempuan berdasarkan gender mereka, bukan peran mereka. Banyak perusahaan sekarang menggunakan gelar yang netral gender. Meski begitu, OL tetap hidup di budaya pop — “OLあるある” (momen relatable OL) adalah genre yang sangat populer di media sosial, dan karakter OL tetap jadi andalan manga dan anime.
Contoh Kalimat
Di Anime
Aggretsuko (アグレッシブ烈子)
Retsuko adalah OL modern paling sempurna — dia bekerja di departemen akuntansi, menanggung bos seksis, lembur, dan melampiaskan frustrasinya lewat karaoke death metal. Acara ini menangkap kehidupan OL di korporat Jepang dengan sempurna.
Servant × Service
Komedi tempat kerja ini mengikuti pegawai negeri termasuk Yamagami Lucy, menampilkan rutinitas harian pekerja kantor perempuan di kantor pemerintah Jepang dengan banyak humor budaya OL.