Dari Prajurit Norse ke Buffet Makan Siang
Di Jepang, kalau seseorang mengajak kamu ke “バイキング” (baikingu), jangan berharap kapal panjang dan kapak perang. Dia mengajak kamu ke buffet all-you-can-eat. Ini mungkin salah satu pergeseran makna paling tidak terduga dalam semua wasei-eigo.
Ceritanya kembali ke tahun 1958, saat Imperial Hotel di Tokyo ingin memperkenalkan smorgasbord gaya Skandinavia ke Jepang. Manajer hotel, Tetsuzō Inumaru, baru saja menonton film Kirk Douglas “The Vikings” dan terkesan pada adegan para prajurit berpesta di perjamuan mewah. Dia merasa “Viking” sempurna menangkap semangat makan sebanyak yang kamu mau, jadi hotel menamai restoran buffet baru mereka “Imperial Viking.” Konsep — dan namanya — menyebar ke seluruh Jepang seperti api.
Budaya Viking di Jepang
Hari ini, “バイキング” tertanam dalam budaya kuliner Jepang. Kamu akan menemukannya di mana-mana — buffet sarapan hotel, restoran keluarga, bar dessert, bahkan tempat yakiniku. Beberapa restoran membedakan antara “バイキング” (all-you-can-eat berwaktu) dan “ビュッフェ” (byuffe, dari bahasa Prancis “buffet”), meskipun banyak orang Jepang menggunakan istilah ini bergantian.
Format ini sangat populer di hotel dan resort onsen, di mana buffet sarapan dan makan malam yang mewah menjadi daya tarik utama. Harga biasanya berkisar dari 1.000 sampai 5.000 yen tergantung tempat dan waktu makan.
Fakta Menarik
Restoran “Viking” asli Imperial Hotel beroperasi dari 1958 sampai 2023 — perjalanan 65 tahun. Tempat ini dianggap sebagai tempat lahirnya budaya buffet Jepang, dan kata “バイキング” sekarang muncul di kamus Jepang sebagai istilah standar untuk makan buffet.
Contoh Kalimat
Di Anime
Shokugeki no Soma (Food Wars!)
Anime ini menampilkan berbagai gaya restoran dan memasak kompetitif. Makan gaya buffet muncul di beberapa episode festival sekolah, di mana karakter menyebutnya "バイキング."
Toriko
Di anime yang terobsesi makanan ini, karakter sering mengunjungi restoran all-you-can-eat yang mewah. Kata "バイキング" muncul secara alami saat menggambarkan pesta besar.