Bagaimana “Cunning” Jadi “Menyontek”
Dalam bahasa Inggris, “cunning” berarti cerdik atau licik — menggambarkan sifat kepribadian. Dalam bahasa Jepang, “カンニング” (kanningu) berarti satu hal yang sangat spesifik: menyontek saat ujian. Kata ini dipersempit sepenuhnya dari kata sifat yang luas menjadi satu tindakan konkret.
Hubungannya tidak seacak kelihatannya. “Cunning” dalam bahasa Inggris berkonotasi kelicikan diam-diam yang licik — persis perilaku yang diasosiasikan dengan menyelundupkan catatan ke dalam ujian. Pelajar Jepang di awal abad 20 menangkap nuansa negatif itu dan menerapkannya secara khusus pada kecurangan akademik. Seiring waktu, makna yang lebih luas hilang sepenuhnya, dan “カンニング” menjadi khusus untuk menyontek ujian.
Cunning dalam Budaya Sekolah Jepang
Kata ini tertanam dalam kehidupan sekolah Jepang. Kamu akan mendengar “カンニングペーパー” (kanningu pēpā) untuk lembar contekan, dan “カンニングする” (kanningu suru) sebagai kata kerja untuk menyontek. Sekolah dan universitas Jepang menganggap カンニング sangat serius — konsekuensinya mulai dari dapat nol sampai skorsing atau bahkan dikeluarkan.
Menariknya, ada kata Jepang terpisah untuk kecurangan dalam konteks lain: “ズル” (zuru) untuk kecurangan umum atau “不正行為” (fusei kōi) untuk pelanggaran formal. Tapi untuk ujian, カンニング adalah kata andalannya.
Fakta Menarik
Pada tahun 2003, duo komedi Jepang menamai diri mereka “カンニング” (Cunning), memainkan makna kata “menyontek di sekolah.” Mereka cukup populer di TV Jepang, yang hanya memperkuat asosiasi kata ini dengan menyontek ujian untuk seluruh generasi.
Contoh Kalimat
Di Anime
Assassination Classroom (Ansatsu Kyoushitsu)
Di anime berlatar sekolah ini, ujian adalah titik plot utama. Siswa membahas カンニング dan konsekuensinya, dengan Koro-sensei menekankan belajar jujur daripada jalan pintas.
Baka to Test to Shoukanjuu (Baka and Test)
Anime komedi ini berkisar pada ujian sekolah dan nilai. カンニング adalah tema berulang karena Kelas F yang kesulitan secara akademis mencari cara kreatif untuk meningkatkan skor.