Dari “Rumit” Menjadi “Tidak Percaya Diri”
Dalam bahasa Inggris, “complex” adalah kata yang netral dan serbaguna. Kompleks apartemen. Masalah yang kompleks. Profil rasa yang kompleks. Kata ini hanya berarti sesuatu yang terdiri dari banyak bagian yang saling terhubung. Namun dalam bahasa Jepang, コンプレックス (konpurekkusu) telah mendarat di wilayah emosional yang sangat spesifik: artinya rasa tidak percaya diri, beban pikiran, atau perasaan rendah diri yang mendalam tentang suatu aspek diri sendiri.
Ketika penutur bahasa Jepang mengatakan “コンプレックスがある,” mereka tidak menggambarkan sesuatu yang rumit — mereka mengakui kecemasan pribadi. “顔にコンプレックスがある” berarti “aku tidak percaya diri soal wajahku,” bukan “wajahku kompleks.” Kata ini membawa bobot kerentanan yang tidak dimiliki oleh kata bahasa Inggris “complex” sendirian.
Bagaimana Psikologi Salah Terjemah
Cerita di balik pergeseran ini kemungkinan berkaitan dengan terminologi psikologi. Sigmund Freud dan Alfred Adler mempopulerkan istilah “inferiority complex” — konsep klinis yang menggambarkan perasaan mendalam tentang ketidakmampuan. Ketika istilah ini masuk ke bahasa Jepang, tampaknya bagian “inferiority” secara bertahap hilang, menyisakan hanya コンプレックス untuk membawa seluruh makna. Apa yang dulunya frasa klinis dua kata menjadi satu kata sehari-hari untuk “sesuatu tentang diriku yang membuatku merasa kurang.”
Penyempitan ini berarti コンプレックス muncul terus-menerus dalam percakapan santai. Orang-orang membicarakan 身長コンプレックス (ketidakpercayaan diri soal tinggi badan), 英語コンプレックス (ketidakpercayaan diri soal bahasa Inggris), dan bahkan 学歴コンプレックス (ketidakpercayaan diri soal latar belakang pendidikan). Ini adalah salah satu kata yang membuka pintu menuju pengungkapan diri yang mengejutkan jujur dalam bahasa Jepang.
Yang Sebenarnya Dikatakan Penutur Bahasa Inggris
Jika ingin mengekspresikan makna Jepang dari コンプレックス dalam bahasa Inggris, biasanya kamu akan mengatakan “I’m insecure about…” atau “I have a hang-up about…” Frasa “inferiority complex” masih bisa digunakan, tapi terdengar lebih klinis. Dalam bahasa Inggris santai, orang lebih mungkin mengatakan “I’m self-conscious about my nose” daripada “I have a complex about my nose” — meskipun yang terakhir secara teknis dipahami.
Menariknya, dalam bahasa Inggris, ketika “complex” digunakan dalam konteks psikologi, kata ini tidak terbatas pada inferioritas. Ada Oedipus complex, messiah complex, persecution complex — kata ini mencakup berbagai macam pola psikologis. Dalam bahasa Jepang, コンプレックス pada dasarnya telah diklaim oleh rasa tidak percaya diri saja.
Fakta Menarik
Kata コンプレックス begitu tertanam dalam ekspresi diri Jepang sehingga iklan kecantikan dan kebugaran sering menargetkannya secara langsung — frasa seperti “そのコンプレックス、解消しませんか?” (Mau mengatasi rasa tidak percaya diri itu?) umum ditemui di iklan prosedur kosmetik, produk diet, dan kursus pengembangan diri. Di pasar berbahasa Inggris, iklan cenderung menghindari kata “complex” sepenuhnya dan langsung menggunakan “feeling confident” sebagai gantinya.
Ingin benar-benar bisa berbicara bahasa Jepang?
Metode audio Pimsleur membangun keterampilan percakapan nyata—agar kamu tahu cara ungkapan seperti ini benar-benar diucapkan. Coba gratis selama 7 hari.
Coba gratis 7 hariContoh Kalimat
Di Anime
My Hero Academia (Boku no Hero Academia)
Banyak karakter bergumul dengan コンプレックス pribadi — ketiadaan quirk awal Midoriya dan ketidakamanan berbasis kebanggaan Bakugo keduanya mencerminkan makna Jepang dari kata ini sebagai beban pikiran mendalam yang mendorong perkembangan mereka.
A Silent Voice (Koe no Katachi)
Film ini mengeksplorasi protagonis yang dibebani コンプレックス dalam arti Jepang — rasa bersalah dan kebencian diri Shoya, serta perjuangan Shoko dengan disabilitas pendengarannya, digambarkan sebagai ketidakamanan yang sangat pribadi yang membentuk interaksi mereka.